Friday, 25 November 2011

Terjun Mengukur Kualitas Air



Banyak sekali sumber air yang tercemar oleh limbah, baik itu limbah pabrik maupun limbah rumah tangga. Pencemaran air itu menyebabkan banyak sekali kerugian bagi masyarakat setempat. Kerugian itu seperti, berkurangnya sumber air bersih, timbulnya penyakit bagi masyarakat, serta ekosistem sungai yang ada didalamnya akan terganggu.     Dari 20 sekolah yang masuk nominasi Surabaya Eco School melakukan observasi dalam mengukur  tingkat kadar oksigen dalam air dan mengukur kadar keasaman air (25/11).
Dimulai pukul 09.45 mereka membentuk kelompok dan selanjutnya berjalan ke lokasi observasi yakni saluran air di samping SDN Ketabang 1. Tujuan dari observasi  ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana keadaan di selokan tersebut.
Usai mendapat pengarahan dari aktivis Tunas hijau, masing-masing perwakilan kelompok terjun langsung ke sungai untuk mengukur kadar keasaman air, serta kadar oksigen dalam air. Teriknya matahari dan asap kendaraan yang menyelimuti perkotaan tak menyurutkan antusiasme mereka.


“Pengukuran kadar oksigen dan tingkat keasaman dalam air cukup mudah, dengan mengambil sampel atau contoh dari air selokan yang di teliti, kita masukan gelas tersebut ke dalam air dengan keadaan lubang gelas berlawanan arah dengan arus air lalu di tahan selama 30 detik.Setelah mendapat sampel, masukan tablet pH WR, tutup, lalu kocok hingga tablet larut,” ucap Bagas salah satu peserta.
Dari hasil pengukuran tersebut, mereka dapat mengetahui bagaimana keadaan sungai tersebut. Apakah masih layak untuk dikonsumsi ataukah sudah tercemar.
“Untuk itu, dalam upaya menjaga kelestarian air kita tak perlu memberikan tindakan yang besar. Cukup dengan tindakan yang sederhana dengan membuang sampah pada tempatnya dan juga memilah antara sampah organik dan anorganik,” ujar Siwy dari salah satu peserta uji keasaman air.

No comments:

Post a Comment