Friday, 21 September 2012

Surabaya Eco School Periode II Pendidikan Lingkungan Hidup

Banyaknya isu lingkungan yang mengancam kehidupan, membuat Dinas Pendidikan kota Surabayamembuat program-program pendidikan lingkungan hidup salah satunya adalah Surabaya Eco School.


Surabaya Eco School tahun 2012 (SES) yang telah launching satu bulan yang lalu, merupakan tahun kedua diadakan di Surabaya. SES tahun ini merupakan kerjasama anatara aktivis lingkungan Tunas Hijau bersama Dinas Pendidikan Kota Surabaya. Pada Surabaya Eco School tahun ini pesertanya lebih banyak karena dimulai dari SD sampai SMA negeri maupun swasta di Surabaya.
Dalam Workshop pertama (Jumat, 21 September 2012) dijelaskan bahwa Surabaya Eco School memiliki banyak tujuan yang akan dicapai dan mengangkat tema tentang isu-isu lingkungan yang sedang gempar, yaitu mengenai sampah, air, dan keaneragaman hayati. Tujuan utamanya adalah mewujudkan sekolah yang peduli lingkungan dengan ekonomi kreatif.


Awalnya hanya sekadar permulaan dengan permainan kecil untuk menarik perhatian peserta workshop, namun keadaan mulai sedikit panas saat timbul pertanyaan dari salah satu peserta tentang masalah sampah. Tapi tak lama keadaan kembali normal dan dilanjutkan pada acara inti.


pendidikan Lingkungan Surabaya


Pada sesi pertama, pemateri workshop dari LSM Tunas Hijau Surabaya menjelaskan tentang langkah-langkah dan prosedur mengikuti Surabaya Eco School periode II. Yang pada intinya Surabaya Eco School meminta lembaga pendidikan memiliki program lingkungan yang menarik, berkelanjutan, dilakukan oleh semua warga sekolah, dan tidak lepas dengan isu lingkungan. Usai penjelasan materi pertama, peserta diberi kesempatan untuk bertanya mengenai materi atau problem yang terjadi dilingkungan sekolah masing-masing. Setelah itu, peserta diminta untuk menuliskan Strength, Weakness, Opportunity, Threat (kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman) darilingkungansekolah masing-masing.


Surabaya Eco School pendidikan lingkungan surabaya


Spesialnya, pada workshop kali ini juga diajarkan materi mengenai jurnalistik yang dijelaskan langsung oleh pakarnya. Memang materi tidak terlalu mendalam mengenai jurnalis, namun pada intinya Cak Mus (Mustika Muhammad, jurnalis Kompas TV) menjelaskan peran jurnalis pada masyarakat yang nantinya mengarah pada pembuatan laporan mengenai program-program lingkungan sekolah yang telah dilaksanakan.


Di sesi terakhir, perwakilan dari masing-masing peserta SMP dan SMA memaparkan Strength, Weakness, Opportunity, Threat dari sekolah masing-masinng. Dengan begitu bisa dilihat peran lembaga pendidikan yang mendidik siswa untuk membiasakan kepedulian terhadap lingkungan.


Surabaya Eco School II pendidikan lingkungan surabaya



Tags: lingkungan, pendidikan, Surabaya

No comments:

Post a Comment